KOMUNIKASI ORGANISASI
PERSEPSI DAN KONSEP DASAR
KOMUNIKASI ORGANISASI
Beberapa Persepsi mengenai
Komunikasi Organisasi sebagai dasar untuk memahami apa yang dimaksud dengan
Komunikasi Organisasi, kemudian Difinisi dan Konsep Kunci dari Komunikasi Organisasi
serta Beberapa Pendekatan dalam
Komunikasi Organisasi.
A.
Persepsi
Mengenai Komunikasi Organisasi.
Bermacam-macam Persepsi
mengenai Komunikasi Organisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Persepsi
Redding dan Samborn mengatakan bahwa Komunikasi Organisasi adalah pengiriman dan penerimaan
informasi dalam organisasi yang kompleks.
2.
Persepsi
Katz dan Kahn mengatakan bahwa Komunikasi Organisasi merupakan arus Informasi,
pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam suatu organisasi.
3.
Persepsi
Zelko dan Dance mengatakan bahwa Komunikasi Organisasi adalah suatu sistem yang saling
tergantung mencakup Komunikasi Internal dan Komunikasi Eksternal.
4.
Persepsi
Thayer mengatakan Komunikasi Organisasi sebagai arus data yang akan melayani
Komunikasi Organisasi dan proses interkomunikasi. Tiga sistem Komunikasi dalam Organisasi
menurut Thayer adalah ;
a.
Data mengenai tugas-tugas atau beroperasinya
Organisasi
b.
Aturan Organisasi
seperti perintah, peraturan serta petunjuk-petunjuk.
c.
Mengenai pemeliharaan dan pengembangan organisasi.
5.
Persepsi
Greenbaunm mengatakan bahwa bidang Komunikasi Organisasi termasuk arus Komunikasi
Formal dan Informal dalam Organisasi.
Kesimpulan persepsi dari para
ahli mengenai Komunikasi Organisasi secara umum adalah sebagai berikut :
a.
Komunikasi Organisasi terjadi dalam suatu sistem
terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal
maupun eksternal.
b.
Komunikasi Organisasi meliputi pesan dan arusnya,
tujuan, arah dan media.
c.
Komunikasi Organisasi meliputi orang dan sikapnya,
perasaannya, hubungannya dan keterampilannya/skilnya.
B.
Definisi dan Konsep Kunci dari Komunikasi
Organisasi.
Menurut Goldhaber (1986)
difinisi dari Komunikasi Organisasi adalah proses menciptakan dan saling
menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan
yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.
Definisi ini mengandung tujuh konsep kunci, diantaranya
adalah :
1.
Proses
2.
Pesan
3.
Jaringan
4.
Saling tergantung
5.
Hubungan
6.
Lingkungan
7.
Ketidakpastian
C.
Pendekatan Komunikasi Organisasi.
Untuk melihat Komunikasi yang terjadi dalam suatu Organisasi dapat digunakan tiga pendekatan, diantaranya adalah :
1.
Pendekatan Makro
2.
Pendekatan Mikro
3.
Pendekatan Individual
Ad.1. Pendekatan
Makro. Dalam Pendekatan Makro
Organisasi dipandang sebagai suatu Struktur Global yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Dalam berinteraksi Organisasi
ini melakukan aktivitas tertentu seperti
;
a. Memproses Informasi dan Lingkungan
b. Identifikasi
c. Integrasi dengan Organisasi Lain
d. Penentuan Tujuan
Ad.2. Pendekatan Mikro. Pendekatan
Mikro ini difokuskan kepada Komunikasi dalam unit dan subunit pada suatu Organisasi. Pimpinan Organisasi perlu menjelaskan bahwa
tujuan organisasi adalah tujuan mereka bersama, dalam hal ini diperlukan
keterampilan berkomunikasi dari pimpinan, sehingga anggotanya mempunyai
motivasi untuk bekerja dengan baik.
Ad.3. Pendekatan
Individual. Pendekatan Individual ini berpusat kepada tingkah
laku komunikasi individual dalam organisasi.
Ada beberapa bentuk Komunikasi Individual diantaranya adalah ;
a. Berbicara pada Kelompok Kerja.
b. Menghadiri dan Berinteraksi
dalam rapat-rapat.
c. Menulis
d. Berdebat untuk Suatu Usulan.
IKLIM KOMUNIKASI
ORGANISASI
Iklim Komunikasi dan Organisasi
merupakan hal yang perlu menjadi perhatian seorang pemimpin organisasi karena
faktor tersebut banyak sedikitnya ikut mempengaruhi kepada tingkah laku
karyawan. Untuk dapat menciptakan iklim
komunikasi dan organisasi yang baik memahami kedua hal tersebut serta keadaan
karyawan.
Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi Iklim Komunikasi Organisasi, diantaranya sebagai berikut :
A.
Iklim
Organisasi.
Difinisi Iklim Organisasi
menurut Tagiuri (1968) adalah kualitas yang relatif abadi dari
lingkungan internal organisasi yang dialami anggota-anggotanya.
Difinisi Iklim Organisasi
menurut Payne Pugh (1976) Iklim Organisasi sebagai suatu konsep yang
merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah
laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial.
Iklim yang fositif tidak hanya
menguntungkan organisasi tetapi juga penting bagi kehidupan manusia dalam
organisasi.
B.
Iklim
Komunikasi.
Iklim organisasi dipengaruhi oleh bermacam-macam cara anggota organisasi
bertingkah laku dan berkomunikasi.
Iklim Komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota
organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks, ramah tamah dengan anggota
yang lain, sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggotanya tidak
berani untuk berkomunikasi.
Menurut Redding (Golddhaber, 1986) ada lima dimensi penting dari
Iklim Komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
“Supportiveness” yaitu bawahan mengamati
hubungan komunikasi dengan atasan.
2.
Partisipasi membuat keputusan.
3.
Kepercayaan, dapat dipercaya dan dapat menyimpan
rahasia.
4.
Keterbukaan dan keterusterangan.
5.
Tujuan Kinerja yang tinggi yang dikomunikasikan
dengan jelas kepada anggotanya.
Instrumen yang mengukur rasa puas karyawan dalam berhubungan dengan
komunikasi informal dalam organisasi adalah :
1.
Iklim Komunikasi.
2.
Komunikasi dari Supervisi.
3.
Integrasi Organisasi.
4.
Kualitas Media.
5.
Komunikasi Horizontal dan Informal.
6.
Perspektif Organisasi.
7.
Komunikasi Subordinat atau bawahan.
8.
Balikan Pribadi.
C.
Kepuasan
Komunikasi Organisasi.
Yang dimaksud dengan istilah
Kepuasan Komunikasi Organisasi menurut Redding (Pace, 1989)
adalah semua tingkat kepuasan seorang karyawan mempresepsi lingkungan
komunikasi secara keseluruhan. Konsep
kepuasan ini memperkaya ide iklim komunikasi, Iklim mencakup kepuasan anggota
organisasi terhadap informasi yang tersedia.
Kepuasan dengan komunikasi
muncul dari kombinasi faktor-faktor beriktu ini :
1.
Kepuasan dengan pekerjaan. Ini mencakup hal-hal yang berkenaan dengan
pembayaran, keuntungan, naik pangkat dan pekerjaan itu sendiri.
2.
Kepuasan dengan ketepatan informasi. Faktor ini mencakup tentang tingkat kepuasan
dengan informasi, kebijaksanaan, teknik-teknik baru, perubahan administrasi dan
staf.
3.
Kepuasan dengan kemampuan seseorang yang menyarankan
penyempurnaan. Faktor ini mencakup
hal-hal sebagai tempat dimana komunikasi seharusnya disempurnakan.
4.
Kepuasan dengan efisiensi bermacam-macam saluran
komunikasi. Faktor ini mencakup media
komuniksi disebarluaskan dalam organisasi mencakup peralatan, buletin,memo dan materi tulisan.
5.
Kepuasan dengan kualitas media. Faktor yang berhubungan dengan ini adalah
berapa baiknya mutu tulisan, nilai informasi yang diterima, keseimbangan
informasi yang tersedia dan ketepatan informasi yang datang.
6.
Kepuasan dengan cara komunikasi teman kerja. Faktor ini mencakup Komunikasi Horizontal,
informal dan tingkat kepuasan yang timbul dari diskusi masalah dan informasi
dari teman sekerja.
7.
Kepuasan dengan keterlibatan dalam Komunikasi
Organisasi sebagai suatu kesatuan.
Faktor ini mencakup hal-hal keterlibatan hubungan dengan organisasi,
dukungan atau bantuan dari organisasi dan informasi dari organisasi.
D.
Hubungan
Komunikasi Organisasi dengan Kepuasan Kerja.
Kepuasan Kerja merupakan respon
seseorang (sebagai pengaruh) terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang
dihadapinya (Coleman, 1982), hal ini termasuk respon terhadap Komunikasi Organisasi, Supervisor,
Kompensasi, Promosi, Teman Sekerja, Kebijaksanaan Organisasi dan Hubungan
Interpersonal dalam Organisasi.
Pimpinan sebagai orang yang
bertanggung jawab dalam organisasi dapat memberikan kontribusi dalam
membangkitkan Iklim Komunikasi yang baik dalam Organisasinya. Kontribusi Pimpinan kepada bawahan dalam
membantu karyawan dalam mencapai kepuasan kerjanya adalah :
1.
Semua Pimpinan harus menetapkan tujuan bagi
karyawannya.
2.
Semua Pimpinan harus melatih karyawannya agar
menjadi lebih efektif dalam pekerjaannya.
3.
Semua Pimpinan harus meninjau kemajuan hasil dan
tujuan yang telah dicapai karyawannya.
4.
Semua Pimpinan hendaklah memberikan bimbingan.
5.
Semua Pimpinan hendaklah menggunakan metode baru
agar dalam bekerja lebih efektif.
6.
Semua Pimpinan hendaklah membuat perencanaan untuk
masa mendatang.
7.
Semua Pimpinan harus mengembangkan kemampuan
karyawannya.
8.
Bila menghargai prestasi karyawannya, pimpinan
hendaklah menggunakan standar sosial dan finansial untuk karyawannya.
E.
IMPLIKASI
IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI BAGI
PENGEMBANGAN KARIER.
Kodisi yang diperlukan karyawan
dalam rangka memajukan kariernya adalah organisasi hendaklah mengetahui
tujuannya, karyawannya dan keterampilan
yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Langkah-langkah yang diperlukan
karyawan dalam mengembangkan kariernya guna mendukung perkembangan suatu
organisasi adalah sebagai berikut :
1.
Organisasi membuat rencana jangka panjang yang
memuat garis besar tujuan khusus dan objektif.
2.
Organisasi menentukan kebutuhan tenaga kerjanya dari
proyeksi tujuan dan obyektif.
3.
Organisasi membuat suatu analis tenaga kerja dari
personel yang sekarang untuk menentukan ketersediaan sumber daya manusia dalam
organisasi.
4.
Organisasi menghitung perbedaan diantara sumber daya
manusia yang ada dengan yang dibutuhkan.
5.
Organisasi menentukan pendidikan yang dibutuhkan
untuk memajukan personelnya.
6.
Organisasi mengkomunikasikan tenaga kerja yang
diperlukan dan persyaratan pendidikan bagi semua personel dalam organisasinya.
7.
Organisasi memeprsiapkan dan merencanakan
pengembangan karier karyawannya menurut kebutuhan organisasi dan kebutuhan
kemajuan karyawannya.
KOMUNIKASI ORGANISASI
PERSEPSI DAN KONSEP DASAR
KOMUNIKASI ORGANISASI
Beberapa Persepsi mengenai
Komunikasi Organisasi sebagai dasar untuk memahami apa yang dimaksud dengan
Komunikasi Organisasi, kemudian Difinisi dan Konsep Kunci dari Komunikasi
Organisasi serta Beberapa Pendekatan
dalam Komunikasi Organisasi.
A.
Persepsi
Mengenai Komunikasi Organisasi.
Bermacam-macam Persepsi
mengenai Komunikasi Organisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Persepsi
Redding dan Samborn mengatakan bahwa Komunikasi Organisasi adalah pengiriman dan penerimaan
informasi dalam organisasi yang kompleks.
2.
Persepsi
Katz dan Kahn mengatakan bahwa Komunikasi Organisasi merupakan arus Informasi,
pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam suatu organisasi.
3.
Persepsi
Zelko dan Dance mengatakan bahwa Komunikasi Organisasi adalah suatu sistem yang saling
tergantung mencakup Komunikasi Internal dan Komunikasi Eksternal.
4.
Persepsi
Thayer mengatakan Komunikasi Organisasi sebagai arus data yang akan melayani
Komunikasi Organisasi dan proses interkomunikasi. Tiga sistem Komunikasi dalam Organisasi
menurut Thayer adalah ;
a.
Data mengenai tugas-tugas atau beroperasinya
Organisasi
b.
Aturan
Organisasi seperti perintah, peraturan serta petunjuk-petunjuk.
c.
Mengenai pemeliharaan dan pengembangan organisasi.
5.
Persepsi
Greenbaunm mengatakan bahwa bidang Komunikasi Organisasi termasuk arus Komunikasi
Formal dan Informal dalam Organisasi.
Kesimpulan persepsi dari para
ahli mengenai Komunikasi Organisasi secara umum adalah sebagai berikut :
a.
Komunikasi Organisasi terjadi dalam suatu sistem
terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal
maupun eksternal.
b.
Komunikasi Organisasi meliputi pesan dan arusnya,
tujuan, arah dan media.
c.
Komunikasi Organisasi meliputi orang dan sikapnya,
perasaannya, hubungannya dan keterampilannya/skilnya.
B.
Definisi dan Konsep Kunci dari Komunikasi
Organisasi.
Menurut Goldhaber (1986)
difinisi dari Komunikasi Organisasi adalah proses menciptakan dan saling
menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan
yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.
Definisi ini mengandung tujuh konsep kunci, diantaranya
adalah :
1.
Proses
2.
Pesan
3.
Jaringan
4.
Saling tergantung
5.
Hubungan
6.
Lingkungan
7.
Ketidakpastian
C.
Pendekatan Komunikasi Organisasi.
Untuk melihat Komunikasi yang terjadi dalam suatu Organisasi dapat
digunakan tiga pendekatan, diantaranya adalah :
1.
Pendekatan Makro
2.
Pendekatan Mikro
3.
Pendekatan Individual
Ad.1. Pendekatan
Makro. Dalam Pendekatan Makro
Organisasi dipandang sebagai suatu Struktur Global yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Dalam berinteraksi Organisasi
ini melakukan aktivitas tertentu seperti
;
a. Memproses Informasi dan Lingkungan
b. Identifikasi
c. Integrasi dengan Organisasi Lain
d. Penentuan Tujuan
Ad.2. Pendekatan Mikro. Pendekatan
Mikro ini difokuskan kepada Komunikasi dalam unit dan subunit pada suatu
Organisasi. Pimpinan Organisasi perlu
menjelaskan bahwa tujuan organisasi adalah tujuan mereka bersama, dalam hal ini
diperlukan keterampilan berkomunikasi dari pimpinan, sehingga anggotanya
mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik.
Ad.3. Pendekatan
Individual. Pendekatan Individual ini berpusat kepada tingkah
laku komunikasi individual dalam organisasi.
Ada beberapa bentuk Komunikasi Individual diantaranya adalah ;
a. Berbicara pada Kelompok Kerja.
b. Menghadiri dan Berinteraksi
dalam rapat-rapat.
c. Menulis
d. Berdebat untuk Suatu Usulan.
IKLIM KOMUNIKASI
ORGANISASI
Iklim Komunikasi dan Organisasi
merupakan hal yang perlu menjadi perhatian seorang pemimpin organisasi karena
faktor tersebut banyak sedikitnya ikut mempengaruhi kepada tingkah laku
karyawan. Untuk dapat menciptakan iklim
komunikasi dan organisasi yang baik memahami kedua hal tersebut serta keadaan
karyawan.
Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi Iklim Komunikasi Organisasi, diantaranya sebagai berikut :
A.
Iklim
Organisasi.
Difinisi Iklim Organisasi
menurut Tagiuri (1968) adalah kualitas yang relatif abadi dari
lingkungan internal organisasi yang dialami anggota-anggotanya.
Difinisi Iklim Organisasi
menurut Payne Pugh (1976) Iklim Organisasi sebagai suatu konsep yang
merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah
laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial.
Iklim yang fositif tidak hanya
menguntungkan organisasi tetapi juga penting bagi kehidupan manusia dalam
organisasi.
B.
Iklim
Komunikasi.
Iklim organisasi dipengaruhi oleh bermacam-macam cara anggota organisasi
bertingkah laku dan berkomunikasi.
Iklim Komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota
organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks, ramah tamah dengan anggota
yang lain, sedangkan iklim komunikasi yang negatif menjadikan anggotanya tidak
berani untuk berkomunikasi.
Menurut Redding (Golddhaber,
1986) ada lima dimensi penting dari Iklim Komunikasi, diantaranya adalah
sebagai berikut :
1.
“Supportiveness” yaitu bawahan mengamati
hubungan komunikasi dengan atasan.
2.
Partisipasi membuat keputusan.
3.
Kepercayaan, dapat dipercaya dan dapat menyimpan
rahasia.
4.
Keterbukaan dan keterusterangan.
5.
Tujuan Kinerja yang tinggi yang dikomunikasikan
dengan jelas kepada anggotanya.
Instrumen yang mengukur rasa puas karyawan dalam berhubungan dengan
komunikasi informal dalam organisasi adalah :
1.
Iklim Komunikasi.
2.
Komunikasi dari Supervisi.
3.
Integrasi Organisasi.
4.
Kualitas Media.
5.
Komunikasi Horizontal dan Informal.
6.
Perspektif Organisasi.
7.
Komunikasi Subordinat atau bawahan.
8.
Balikan Pribadi.
C.
Kepuasan
Komunikasi Organisasi.
Yang dimaksud dengan istilah Kepuasan Komunikasi Organisasi menurut Redding
(Pace, 1989) adalah semua tingkat kepuasan seorang karyawan mempresepsi
lingkungan komunikasi secara keseluruhan.
Konsep kepuasan ini memperkaya ide iklim komunikasi, Iklim mencakup
kepuasan anggota organisasi terhadap informasi yang tersedia.
Kepuasan dengan komunikasi
muncul dari kombinasi faktor-faktor beriktu ini :
1.
Kepuasan dengan pekerjaan. Ini mencakup hal-hal yang berkenaan dengan
pembayaran, keuntungan, naik pangkat dan pekerjaan itu sendiri.
2.
Kepuasan dengan ketepatan informasi. Faktor ini mencakup tentang tingkat kepuasan
dengan informasi, kebijaksanaan, teknik-teknik baru, perubahan administrasi dan
staf.
3.
Kepuasan dengan kemampuan seseorang yang menyarankan
penyempurnaan. Faktor ini mencakup
hal-hal sebagai tempat dimana komunikasi seharusnya disempurnakan.
4.
Kepuasan dengan efisiensi bermacam-macam saluran
komunikasi. Faktor ini mencakup media
komuniksi disebarluaskan dalam organisasi mencakup peralatan, buletin,memo dan materi tulisan.
5.
Kepuasan dengan kualitas media. Faktor yang berhubungan dengan ini adalah
berapa baiknya mutu tulisan, nilai informasi yang diterima, keseimbangan
informasi yang tersedia dan ketepatan informasi yang datang.
6.
Kepuasan dengan cara komunikasi teman kerja. Faktor ini mencakup Komunikasi Horizontal,
informal dan tingkat kepuasan yang timbul dari diskusi masalah dan informasi
dari teman sekerja.
7.
Kepuasan dengan keterlibatan dalam Komunikasi
Organisasi sebagai suatu kesatuan.
Faktor ini mencakup hal-hal keterlibatan hubungan dengan organisasi,
dukungan atau bantuan dari organisasi dan informasi dari organisasi.
D.
Hubungan
Komunikasi Organisasi dengan Kepuasan Kerja.
Kepuasan Kerja merupakan respon
seseorang (sebagai pengaruh) terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang
dihadapinya (Coleman, 1982), hal ini termasuk respon terhadap Komunikasi Organisasi, Supervisor,
Kompensasi, Promosi, Teman Sekerja, Kebijaksanaan Organisasi dan Hubungan
Interpersonal dalam Organisasi.
Pimpinan sebagai orang yang
bertanggung jawab dalam organisasi dapat memberikan kontribusi dalam
membangkitkan Iklim Komunikasi yang baik dalam Organisasinya. Kontribusi Pimpinan kepada bawahan dalam
membantu karyawan dalam mencapai kepuasan kerjanya adalah :
1.
Semua Pimpinan harus menetapkan tujuan bagi
karyawannya.
2.
Semua Pimpinan harus melatih karyawannya agar menjadi
lebih efektif dalam pekerjaannya.
3.
Semua Pimpinan harus meninjau kemajuan hasil dan
tujuan yang telah dicapai karyawannya.
4.
Semua Pimpinan hendaklah memberikan bimbingan.
5.
Semua Pimpinan hendaklah menggunakan metode baru
agar dalam bekerja lebih efektif.
6.
Semua Pimpinan hendaklah membuat perencanaan untuk
masa mendatang.
7.
Semua Pimpinan harus mengembangkan kemampuan
karyawannya.
8.
Bila menghargai prestasi karyawannya, pimpinan
hendaklah menggunakan standar sosial dan finansial untuk karyawannya.
E.
IMPLIKASI
IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI BAGI
PENGEMBANGAN KARIER.
Kodisi yang diperlukan karyawan
dalam rangka memajukan kariernya adalah organisasi hendaklah mengetahui
tujuannya, karyawannya dan keterampilan
yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Langkah-langkah yang diperlukan
karyawan dalam mengembangkan kariernya guna mendukung perkembangan suatu
organisasi adalah sebagai berikut :
1.
Organisasi membuat rencana jangka panjang yang
memuat garis besar tujuan khusus dan objektif.
2.
Organisasi menentukan kebutuhan tenaga kerjanya dari
proyeksi tujuan dan obyektif.
3.
Organisasi membuat suatu analis tenaga kerja dari
personel yang sekarang untuk menentukan ketersediaan sumber daya manusia dalam
organisasi.
4.
Organisasi menghitung perbedaan diantara sumber daya
manusia yang ada dengan yang dibutuhkan.
5.
Organisasi menentukan pendidikan yang dibutuhkan
untuk memajukan personelnya.
6.
Organisasi mengkomunikasikan tenaga kerja yang
diperlukan dan persyaratan pendidikan bagi semua personel dalam organisasinya.
7. Organisasi memeprsiapkan dan merencanakan pengembangan karier karyawannya menurut kebutuhan organisasi dan kebutuhan kemajuan karyawannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar